Mulyana dan Group DELAVANO

Mulyana W Kusumah 
Setelah merampungkan pendidikannya di SMP Negeri 3 Bogor, Mulyana kemudian melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Bogor.[1] Di SMA, Mulyana dikenal sebagai orang yang pendiam, tidak banyak bicara dan cenderung pemalu. Walau demikian dalam hal persahabatan Mulyana dikenal sebagai orang yang supel, pandai berteman dan sangat disenangi oleh orang-orang yang mengenalnya. Dan di SMA pun, Mulyana dikenal sebagai orang yang rakus membaca. Maka tak heran, nilai-nilai yang diperolehnya di SMA tertinggi di kelasnya. Bahkan hingga lulus tak ada yang mengungguli nilai-nilai yang diperoleh oleh Mulyana.[2]

Ketika matahari beranjak naik di ufuk Timur, Mulyana berangkat ke sekolahnya dengan berjalan kaki. Pada waktu itu penjurusan di SMA ada empat yaitu Sosial, Budaya, Ilmu Pasti, dan Ilmu Alam. Sedangkan Mulyana sendiri masuk di kelas ilmu sosial. Selain aktif mengikuti pelajaran di sekolah, Mulyana juga aktif di berbagai kegiatan organisasi yang ada di sekolah baik organisasi intra maupun ekstra. Organisasi intra sekolah dikenal dengan nama KSMA (Keluarga Sekolah Menengah Atas) yang sekarang dikenal dengan OSIS. Sedangkan organisasi ekstra pada masa itu ada tiga yaitu PPII (Persatuan Pelajar Islam Indonesia), GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), dan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama).[3]

Namun demikian Mulyana memilih tidak masuk sebagai anggota maupun pengurus di salah satu organisasi tersebut. Hal itu dilakukan karena Mulyana tidak mau terjebak pada persaingan di antara organisasi-organisasi yang ada di sekolahnya. Karena pada waktu itu dengan banyaknya organisasi yang ada di sekolahnya, seringkali terjadi pergesekan dan persaingan yang terkadang justru menimbulkan pengkotak-kotakan dalam pertemanan. Mulyana lebih memilih netral dan merangkul semuanya. Ketika salah satu organisasi itu mengundang dalam satu acara dipastikan Mulyana akan selalu datang menghadirinya. Di sinilah kepekaan Mulyana dalam hal tidak memihak pada salah satu kelompok terlihat. Ia lebih nyaman untuk berdiri di semua organisasi yang ada tanpa melukai salah satu organisasi yang ada di sekolahnya.[4]

Sudah menjadi hal yang lazim, masa SMA adalah masa terindah di semua jenjang pendidikan yang ada. Kekompakan dan rekatnya persahabatan biasanya bisa ditemukan ketika seseorang sedang mengenyam pendidikan SMA. Loyalitas dan kebutuhan untuk saling mengikat satu sama lain terjadi. Pun demikian yang dialami oleh Mulyana. Di kelasnya ia menjalin persahabatan yang akrab dengan tujuh teman sekelasnya. Lalu pada suatu waktu, saat Mulyana berkumpul dengan ketujuh temannya itu, tercetus ide dalam benak Mulyana untuk menamakan pertemanannya itu dengan sebutan “DELAVANO”. Yang artinya delapan orang. Mereka adalah Mulyana sendiri, sedangkan yang lainnya adalah Holid, Sudarma, Dadang, Ayong, Afid, Yuan, dan Djakaria.[5]

DELAVANO adalah besutan pertama Mulyana dalam melahirkan sebuah organisasi. Misi organisasi tersebut memang sederhana. Hanya untuk wadah saling curhat di antara delapan orang yang menjadi anggotanya. Aktivitasnya hanya bermain dan berkumpul setelah lelah mengikuti pelajaran di sekolah. Namun demikian, adanya DELAVANO itu sangat terasa manfaatnya, karena segala persoalan yang dihadapi oleh satu anggotanya bisa terpecahkan. Mereka saling menopang dan membantu satu sama lainnya. Riak loyalitas dan kehangatan terasa sekali di antara mereka. Mereka saling berkunjung ke rumah masing-masing. Walaupun rumah salah satu di antara mereka sangat jauh. Ketika ada sebuah komando untuk berkumpul di salah satu rumah anggota group DELAVANO, bisa dipastikan semuanya akan datang walau harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.[6]

Group kecil “DELAVANO” ini merupakan salah satu bukti kecerdasan Mulyana dalam mengorganisir massa. Walaupun hanya delapan orang, Mulyana mulai membangun komitmen dan loyalitas dalam berorganisasi. Mungkin hal itu terlihat kecil tapi dengan adanya sosok Mulyana, organisasi ini mampu mengayomi dan memberi solusi bagi anggota-anggotanya. Mereka tak hanya mengenal secara personal saja, tapi juga saling mengenal keluarga masing-masing. Persahabatan group “DELAVANO” manfaatnya ternyata tidak hanya dirasakan dikala masih SMA saja. Namun ketika mereka sudah beranjak dewasa dan berkeluarga, mereka masih saling membantu satu sama lain.

Ide-ide yang muncul dari Mulyana selalu berbahaya. Berbahaya karena seringkali harus direalisasikan. Tak hanya berhenti pada tataran ide tapi selalu bersambung pada tataran praksis. Group “DELAVANO” salah satu contohnya. Ide brilian yang tiba-tiba menyeruak dalam benak Mulyana tak lepas dari kecerdasan dan kebiasaannya yang tiada hari tanpa membaca. Segala macam buku dilahapnya. Tak heran ketika berkumpul, bisa dipastikan dalam tataran ide dan analisa Mulyana selalu menonjol di antara yang lainnya.

Namun demikian dalam urusan percintaan masa SMA, Mulyana tak sempat mengecap manisnya. Menurut cerita Holid temannya, hal itu dikarenakan sifatnya yang pendiam dan pemalu.[7] Di hadapan wanita Mulyana akan lebih memilih menundukkan pandangan karena malu, sedangkan mulut hanya terkatup rapat, tak bisa berkata-kata karena di kerongkongan seperti ada sesuatu yang mengganjal.

Setelah menempuh pendidikan di SMA selama tiga tahun, pada tahun 1966 Mulyana lulus dari SMA Negeri 1 Bogor.[8] Setelah lulus SMA, dari kedelapan orang yang tergabung dalam “DELAVANO” ada yang kemudian melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah, ada juga yang lebih memilih untuk langsung masuk dunia kerja. Hal itu dikarenakan perbedaan kemampuan ekonomi orang tua masing-masing. Yang beruntung melanjutkan kuliah ada empat orang. Mulyana, Afid, dan Yuan, ketiganya melanjutkan di Universitas Indonesia (UI). Yang terakhir Holid, awalnya masuk di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, namun belakangan pindah kuliah di Universitas Bogor (UNBO).[9]


[1] Berdasarkan catatan dari R. Sjaiful Gany (adik Mulyana yang nomor 10), Mengenang Almarhum Kakanda Mulyana W Kusumah.
[2] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[3] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[4] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[5] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[6] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[7] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.
[8] Berdasarkan catatan dari R. Sjaiful Gany (adik Mulyana yang nomor 10), Mengenang Almarhum Kakanda Mulyana W Kusumah.
[9] Wawancara dengan Holid, teman SMA Mulyana W Kusumah yang menjadi salah satu anggota group “DELAVANO”, 10 Juni 2017.

Related

Mulyana : Tolak Partai Politik yang Berlambang Mirip

Tugas sebagai orang yang mempunyai kewenangan dalam melakukan verifikasi partai politik bukanlah suatu yang gampang karena akan banyak tekanan yang Mulyana alami. Banyak tokoh-tokoh hebata yang ingin...

Mulyana : Peneliti Bermental Komprador

Oleh Muhtar Said Orang-orang yang mempunyai latar belakang sebagai agen pembebas maka ia akan berbicara dengan kenyataan, bukan dengan kepalsuan. Mulyana Wirakusumah (Mulyana) sangat menyayangkan...

Mulyana W. Kusumah : Selamat dari Kejaran Orde Baru

Oleh: Muhtar Said (Peneliti Pustokum) sumber foto : tokoh kita Mulyana Wirakusumah, biasa dipanggil dengan nama Mulyana. Seorang aktivis yang melahirkan banyak karya dan kader dalam bida...

Posting Komentar

emo-but-icon
:noprob:
:smile:
:shy:
:trope:
:sneered:
:happy:
:escort:
:rapt:
:love:
:heart:
:angry:
:hate:
:sad:
:sigh:
:disappointed:
:cry:
:fear:
:surprise:
:unbelieve:
:shit:
:like:
:dislike:
:clap:
:cuff:
:fist:
:ok:
:file:
:link:
:place:
:contact:

WELCOME

NEWSHot in weekArsip

NEWS

Kurikulum Sekolah Muhammad Yamin

Arsip

Kuliah Progresif

Alamat

item